Negeri di Atas Awan

It’s a recycled poem that I wrote in 2012. Mereka bilang ada negri diatas awan. Tempat para bidadari terbang dengan selendangnya  berkibar. Mengibas warna menghambur rona. Memesona perjaka muda yang hatinya dilanda duka kala rindu menggoda. Sang surya lelah mengantuk tergelincir, terduduk, jatuh dari ufuk. Sambil membungkuk memungut pendar hingga nanti lama-lama pudar. Terkikik, sang … More Negeri di Atas Awan

Advertisement

Tangga Melodi

“ting, ting, ting, ting.” Denting piano membawaku ke tangga itu. Aku menapaki undakan anak tangga satu per satu. Tidak tahu dimana ujungnya Semakin tinggi, angin bermain dengan rambutku, meniupi kain bajuku. Kuhela napasku dalam. Aromanya terasa manis, kedai gulali di pasar malam. Hingga kupejamkan mata dan kudengar gaduh kepak sayap, cuit dan koak. Begitu ramai. … More Tangga Melodi

Kosakata Bahasa Indonesia

Sebagai orang Indonesia, apalagi orang Indonesia yang lahir dan besar di ibu kota, kosakata Bahasa Indonesia gue bisa dibilang, barbar banget. Gue lebih sering menggunakan kata serapan asing ketimbang kosakata Bahasa Indonesia sendiri, dan juga banyak dipengaruhi oleh bahasa daerah juga. Jadi tipikal kalimat yang biasa gue gunakan adalah, “Gadget sekarang udah canggih euy.” Semacam … More Kosakata Bahasa Indonesia

Dan Akupun Melayang

Tatapanmu begitu lekat, begitu khusyuk, menusuk, membuatku takut tenggelam dalam lautan semu yang membara di wajahku. ‘Cantik’ katamu. Dan akupun melayang. Tatapanmu itu aku mau. Hujan merah jambu berjatuhan di pangkuanku. Desir angin menyibakkan sayap-sayapku. Tunggu, bukan desir tapi deru. Tunggu, mana sayapku?

Gadget Ramadhan

Kalau lihat orang sibuk sama handphone-nya di jalan itu biasa. Apalagi kalau sekarang lihat orang sibuk sama handphone-nya pas lagi ngumpul rame-rame juga udah nggak aneh. Tapi kalau lihat orang sibuk sama handphone-nya terus cekakak-cekikik rame-rame di masjid pas wirid sebelum solat teraweh sih… mungkin nggak aneh juga, tapi menurut gue nggak pantes deh. Duh! … More Gadget Ramadhan

Bukan Inginku

Di saat setiap dering telefon membuatmu bertanya-tanya apakah aku masih hidup? Sungguh hatiku pedih Kesalahanku waktu itu Tidak hanya membekas padaku, tapi padamu juga Sungguh hatiku pedih Tetapi yakinlah, aku selalu bersyukur kau bersedia menanggung pedih ini bersama Denganmu, aku percaya, semua akan baik-baik saja Kau tahu sendiri Tidak mungkin aku selalu di sisimu Kau … More Bukan Inginku

Dalam Semi

Kau berada dalam semi, Bersama semilir angin yang menerbangkan kelopak bunga. Kamu membalikkan lembar-lembar buku, Berbisik di belakang leherku, Mengguratkan senyum yang hanya terlihat untukku. Di sini, Kumenantimu dalam semi, Dan kamu, tiada lagi di sisi.   – Dessy Farhany