Negeri di Atas Awan

It’s a recycled poem that I wrote in 2012.

Mereka bilang ada negri diatas awan.
Tempat para bidadari terbang
dengan selendangnya  berkibar.
Mengibas warna menghambur rona.
Memesona perjaka muda
yang hatinya dilanda duka
kala rindu menggoda.

Sang surya lelah mengantuk
tergelincir, terduduk, jatuh dari ufuk.
Sambil membungkuk memungut pendar
hingga nanti lama-lama pudar.

Terkikik, sang angin datang.
Menghibur anak-anak riang,
berlari kencang
mengejar layang-layang
yang selalu ditiupnya. Terbang.

Dengan benang merah muda
sang putri merenda senja.
Untuk siapa?

Diikuti rembulan yang mampir berkaca
pada telaga jernih.
Tempat rusa menyeruput letih
airnya, yang menyuburkan benih
para dedalu yang selalu terisak sedih.

Mengerling genit
pada bintang-bintang yang bersembunyi,
hingga berserakan di langit
yang tak lagi sepi.
Menyampaikan pesan kepada malam,
temani ia yang sedang sendiri

 

Dessy Farhany

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s