Dan Akupun Melayang

Tatapanmu begitu lekat, begitu khusyuk,
menusuk, membuatku takut
tenggelam
dalam lautan semu yang membara di wajahku.

‘Cantik’ katamu.
Dan akupun melayang.
Tatapanmu itu aku mau.

Hujan merah jambu berjatuhan di pangkuanku.
Desir angin menyibakkan sayap-sayapku.
Tunggu,
bukan desir tapi deru.
Tunggu,
mana sayapku?

Bersama debu mengangkatku
tinggi ke atas,
atau dalam ke bawah?
Entahlah, terombang-ambing aku.

Dan akupun melayang.
Terbawa sungai yang berriak.
Berisik terbahak-bahak.
Bersama sekawanan ikan.
Saling menggoda ke tepian.

Cih!
Mereka mengolokku.
Menghanyutkan tubuhku
di aliran yang berkelok, berbatu.

Semakin dalam menyelam,
semakin kelam,
semakin diam,
semakin damai aku tidak ingin pulang.

Manusia
yang penuh daya,
katanya.

Tapi kenapa
pasrah saja dirubung duka?
Hingga akhirnya tergeletak mati rasa.

‘Cantik’ katamu.
Lalu aku mengerti, Sayang.
Dan akupun melayang.
Bagai seonggok bayang-bayang.

‘Cantiknya… aku di matamu’ katamu,
menatap mataku lekat.
Dan kakikupun tertambat.
Aku kehilangan kata.
Aku kehilangan makna.

– Dessy Farhany

Advertisements

2 thoughts on “Dan Akupun Melayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s