Gadget Ramadhan

Kalau lihat orang sibuk sama handphone-nya di jalan itu biasa. Apalagi kalau sekarang lihat orang sibuk sama handphone-nya pas lagi ngumpul rame-rame juga udah nggak aneh. Tapi kalau lihat orang sibuk sama handphone-nya terus cekakak-cekikik rame-rame di masjid pas wirid sebelum solat teraweh sih… mungkin nggak aneh juga, tapi menurut gue nggak pantes deh. Duh!

Mungkin fenomena ini sudah terjadi sejak lama. Tapi kali ini intensitasnya terlihat berlebihan. Gue datang ke masjid berniat untuk solat teraweh. Sehabis solat isya berjamaah, seperti biasanya, imam mengajak para makmum-nya wirid. Pada saat itu, mulai deh jamaah-jamaah umur— ya… remajalah (yang nggak remaja ada juga sih tapi mungkin masih labil mbak-nya) udah mulai sibuk ngeluarin handpone mereka masing-masing. Ada yang fokus banget mantengin handphone-nya ada yang cekakak-cekikik sama teman sebelahnya. Terus gue jadi sibuk merhatiin mereka, buyar fokus wirid gue.

Sebelah gue, mbak ART gue, juga bawa handphone. Tapi itu gara-gara gue suruh karena tadinya dia mau bawa al-Quran  gede yang nggak praktis, makanya gue suruh bawa handphone aja yang ada apps Quran-nya. Tapi gue perhatiin bener, si mbak kalau buka handphone memang buka apps Quran. Dia juga nggak suka orang-orang mainan gadget di masjid. Menurut dia juga nggak pantas.

Memang bisa aja sih orang yang buka gadget pas wirid (dan kemudian pas ceramah) juga buka apps Quran kayak mbak gue. Tapi kan tadi gue bilang kalau gue akhirnya sibuk merhatiin mereka, jadinya gue tahu apa aja yang mereka buka (anaknya kepo banget). Dan gue berani taruhan kuping gue (lah, Ramadhan malah taruhan) kalo 95% dari mereka nggak buka apps Quran. Husnudzon-nya sih mereka buka google, cari doa-doa wirid dan niat-niat solat lah ya. Kebetulan juga ceramahnya nyerempet-nyerempet tentang gadget; bagaimana gadget bisa mengalihkan kita dari ibadah. Tapi, nggak tahu deh mereka dengar apa enggak.

Anyway, fenomena ini bikin kesel sih dan mengkhawatirkan. Gue berharap kedepannya generasi anak-anak gue nanti nggak akan mengalami yang kayak gini (tapi gimanaa? Caranya gimana? Teknologi makin canggih nantinya). Semoga kita bisa mulai mencegah fenomena ini menyebar. Setidaknya kita sadarlah kalau hal itu nggak pantas dan nggak bisa dibiarkan. Gue pernah dengar kata-kata, tapi lupa persisnya dan siapa yang bilang, tapi kira-kira kayak gini: teknologi yang digunakan oleh orang bodoh bisa saja jadi bencana.

Nah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s