Becoming Jane

Alhamdulillah nge-post lagi. untuk post kali ini gw akui emang rada-rada hmm.. gimana ya bilangnya; ‘girly’. that’s the proper word I guess. agak cheesy juga mungkin sepertinya. soalnya disini akan ngebahas tentang pandangan gw terhadap sebuah film romansa yang sebenernya pernah gw tonton dulu. jadi… just, enjoy.

Baru menonton kembali film ‘Becoming Jane’ keluaran tahun 2007 yang pemeran utamanya Anne Hathaway as Jane Austen dan si super-cute James McAvoy as Tom Lefroy. Buat yang udah pernah nonton pasti tau lah ya jalan ceritanya, tapi buat yang belom nonton mendingan nonton dulu, apalagi cewek, because you’re gonna love this especially with the cute one as bonus view. hehe. I give you the trailer link here:

Nonton untuk yang pertama kali sih biasa aja, suka banget emang tapi yaudah, it ends after the movie ends. tapi pas nonton untuk yang kedua kali ini entah kenapa gw bercucuran air mata. huhuuu… bukan entah kenapa juga si, karena gw tahu itu kenapa. gw ngerasa hidupnya si Jane itu kurang beruntung banget. she lost the love of her life. God, I would never wish something like that could happen to me. I mean, she loves Tom so much and so does he… but, they could never be together because of some freaking letter from some selfish personnel. It costs her her lifetime of being alone and apart from her love. I hate how the story ends, I hate with how her life became (although maybe if it’s not because of this, she wouldn’t have made those 6 great british love stories ever).

Love scene antara si Jane sama Tom juga bagus, very very romantic tapi nggak menjijikan. banyak quote2 yang gw suka, banyak juga adegan yang gw suka.buat adegan yang gw suka itu:

1. waktu si Jane, Madame le Comtess, dan Henry berkunjung ke rumah pamannya si Tom Lefroy di London, trus diem-diem si Jane sama Tom pegangan tangan di belakang. huaaa… lucuu.

2. trus waktu malem-malem di tangga waktu mereka ngobrol tentang prospek mereka menikah:

Jane Austen: Could I really have this?
Tom Lefroy: What, precisely?
Jane Austen: You.
Tom Lefroy: Me, how?
Jane Austen: This life with you.
Tom Lefroy: Yes.

and it goes again, with this lines…

Tom Lefroy: Miss Austen…
Jane Austen: Yes?
Tom Lefroy: Goodnight.

see… God, how cute!!

3. oh iya ada lagi, waktu si Jane lagi dansa sama si Mr. Wisley (a.k.a orang kaya raya yang ingin melamar Jane juga) dan sebelumnya dia kek nyari-nyari Tom di seantero ball dance itu and voila! muncullah si Tom di tengah-tengah dansa… with James McAvoy typicall seducing smile… damn, if I were Jane my cheeks would be as blushed as an eggplant.

selain scene favourite ada lagi scene yang bikin gw sangat teramat patah hati. huhuhuuuu… it really broke my heart. tentu saja itu adalah scene dimana mereka akan kawin lari dan berhenti di London untuk menunggu coach ke – mana ya gw, lupaaa- somewhere in Ireland mungkin. disitu Jane mengetahui kalo si Tom itu memang menjadi gantungan bagi keluarganya yang bisa dikatakan tidak berada dengan jumlah saudara yang banyak. disitu Jane sadar kalau dia tetep sama Tom dan nggak ada yang bisa memenuhi kebutuhan finansial mereka, mereka nggak akan hidup bahagia dan malah akan menghancurkan hidup keluarganya Tom. waktu si Jane naik kereta kuda balik lagi ke Hampshire dan niggalin Tom di London itu bener-bener scene yang gokil abis nyodoknya. tapi disitu bukan puncaknya, puncaknya menurut gw saat si Jane setelah pulang dari rencana kaburnya itu lagi main piano dengan lagu sedih, trus emaknya, Mrs. Austen, dateng dan bilang sama dia, ‘You came back to us.‘ then tear in her cheek.

What more heart-breaking is that at the end they, Jane and Tom, meet again. Lalu disitu ketauan kalo si Tom menamai anak perempuanya ‘Jane’. Gokil nggak si? sumpah itu ngeselin banget. they really suppose to be together, but why can’t them? why the fate is so cruel to them? nggak kebayang, kalo lo punya soulmate tapi lo dan soulmate lo nggak berjodoh, itu pasti nyakitin banget. seumur hidup harus lo lalui tanpa orang yang sebenernya bisa banget untuk menjadi milik lo. kira-kira berapa orang ya di dunia ini yang mengalami hal yang sama? sampai tua juga perasaan mereka masih sama terhadap satu sama lain tanpa mereka berinteraksi satu sama lain. ya Allah jangan sampai hal ini terjadi padaku dan orang-orang disekitarku apalagi orang-orang yang aku sayang, ya Allah. biarkan mereka menemukan jodohnya, orang yang tepat buat mereka, yang mencintai mereka dan mereka cintai satu sama lain yang saling mengisi kehidupan masing-masing hingga akhirnya berbuah menjadi sebuah kehidupan yang bermanfaat hingga anak cucu mereka kelak. amin ya Allah.

Advertisements

7 thoughts on “Becoming Jane

  1. fan, amiiin bgt buat doa lo ah.. :)

    gw bete bgt sama austen, knp dia ga kabur aja bareng lefroy. toh kan lefroy jadi tajir.. masalahnya austen terlalu pesimis sama kondisi dia. but in the end, gw rasa mostly wanita akan seperti itu. terlalu takut untuk ngambil resiko. dan akhirnya memilih pulang ke rumah orangtuanya. but in the other sides, mungkin jane austen ga akan seterkenal itu kalo kisah cinta nya ga semiris ini. (gw tau itu ga sebanding)
    yg jelas gw nunggu2 film mc avoy terbaru apa ya.. gw pingin liat dia dipasangin sama keira .. kayak apa ya..

    1. iya sih,wa. keknya dia pesimis. tapi dia cuma pengen yang terbaik buat si lefroy-nya juga kan. kalo jadi nikah, si lefroy-nya kan nggak bakalan di kasih ‘allowance’ lagi sama si om-nya itu. haha… gw juga sebel wa.

  2. Menurut ane jane tu cewek paling realistis!
    Dia sadar bgt kalo cinta tu di mimpiin semua orng!
    Tp tetep duit tu sangat2 dibutuhin!

    Tp tetep,
    Gw sependapat,
    Endingnyah tu menyedihkan!

  3. sebelumnya aku ga pernah tahu film 2007 yg judulnya “becoming jane”. iseng2, aku nonton x-men:first class di FOX MOVIES PREMIUM. ceritanya mantap dan aku paling suka sama yang namanya “Charles Xavier”. trus aku nyari apa2 aja filmnya dia. aku nyobain nonton becoming jane. dan ceritanya menyedihkan gitu. aku sampai nangis. kesel bnget krna jane dan tom ga bisa bersama. scene yg sangat2 aku suka itu saat tom muncul di tengah2 dansa dengan senyumnya yang waaaaaaaah… charming banget.

  4. Dah lama nonton film ini, trus lagi pengen nonton lagi… Haduh emang sedih banget ni film… Nggak sampe bikin nangis sih, tapi nyentuh banget di hati. But, in my experience, memang cinta itu mesti realistis. Ga bisa kita ngejar perasaan doang tanpa logika. Perasaan dan logika, kalau dipadukan, akan jadi kekuatan hidup yang luar biasa. Sayangnya, si Jane ini gak seberuntung itu…

    Gw skrg merit, dgn org yg punya rasa sekaligus logika. Gw sebelumnya hampir jadi sama org yg cuma pake rasa. Hasilnya? Real disaster… Bukan soal materi, tapi soal ketenangan hidup.

    So, if u have feelings to someone, use your brain too, ok…U will find the right person, soon or later… Just pray u won’t end up like Jane.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s