Ibu dan anak lumba-lumba

*curhat dulu: udah lama banget gw gak buka wordpress… jadi ngampung pas buka home-nya. hahaha…

hari selasa, 18 agustus 2009 adalah hari pertama masuk kuliah di smester ganjil 2009/2010. kuliah pagi itu seharusnya jam 7 pagi yaitu kuliah ‘anatomi dan fisiologi’ atau yang lebih dikenal dengan nama anfis. tapi karna saya yang masih belum puas libur dan siklusnya masih tidur larut bangun telat akhirnya saya sampai kampus jam 8 pagi. untungnya… untungnya dosennya nggak datang. kalau dosennya datang saya masih ngantuk juga jadi kuliah pun malas.

setelah itu saya ketemu sama teman saya yang juga mengambil mata kuliah yang sama. ada yang namanya niko robel, taufik hilal, dan arya adi. karena kuliah saya selanjutnya jam11 dan nggak ada kerjaan juga, akhirnya kami makan di kantin yang dekat dengan gedung perkuliahan saya, namanya kantin bengkok. sambil makan ngobrol lah kami disana. hepi juga rasanya ketemu orang lagi setelah KP (kerja praktek) yang panjang.

awalnya kami ngalor ngidul ngobrolin KP dan perkuliahan dan TA. Tapi entah kenapa tiba-tiba pembicaraannya makin lama makin bermutu. makin berat kalau kata anak muda zama sekarang. waktu itu tiba-tiba kami berbicara tentang nasib. hmm… berasa keren juga bisa membicarakan hal-hal seperti itu. jadi salah satu teman saya menganalogikan Tuhan dan manusia itu bagaikan ibu lumba-lumba dan anaknya yang nggak tahu apa-apa.

setiap ibu lumba-lumba pasti akan berenang mendampingi anaknya dan akan melindungi anaknya itu dengan segenap hati. tentu saja, jika suatu saat mereka akan menghadapi halangan misalnya batu karang sang ibu lumba-lumba akan menghali anaknya itu dari menabrak batu karang. anak lumba-lumba tersebut tentunya akan membentur badan sang ibu. mungkin sakit. tapi setidaknya ia akan selamat. begitu juga dengan jalan hidup kita. Tuhan pasti akan memilihkan jalan yang terbaik untuk kita. jikalau jalan tersebut menyakitkan itu tandanya Tuhan sedang melindungi kita dari suatu hal yang jauh lebih tidak baik. karena Tuhan maha penyayang, maha melindungi, dan Tuhan maha baik.

Advertisements

One thought on “Ibu dan anak lumba-lumba

  1. mungkin bukan hanya Maha Baik fan.. tapi juga Maha Tau Yang Terbaik buat hambaNya. jadi kalo sekarang kita lagi di kasih cobaan.. percaya aja kalo cobaan itu emang yang terbaik buat kita. karna setiap kejadian pasti ada hikmahnya, dan kita menjadi lebih baik lagi dengan belajar dari kejadian tersebut
    huhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s